BEAUVERIA BASSIANA SANG PEMBASMI HAMA RAMAH LINGKUNGAN

Jum`at, 11 September 2015 09:33:24 - Oleh : ::galurwebteam::

Kemeriahan Pawai dan Karnaval di Galur

Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi

Assek I Kab. Kulon Progo berkunjung ke Galur

Pembukaan BBGRM di Kecamatan Galur

Kunjungan Kerja Bp. Wakil Bupati Kulon Progo di Galur

Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) merupakan salah satu kendala dalam peningkatan produksi pertanian. Dalam pengendalian OPT tersebut sering kita jumpai jalan pintas yaitu dengan menggunakan pestisida kimia yang jika berlebihan akan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan hidup.

Dengan pertimbangan dampak negatif tersebut, maka perlu teknologi pengendalian yang lebih ramah lingkungan dan salah satunya dengan pemanfaatan jamur penyebab penyakit pada serangga (Beauveria Bassiana). Sistem kerjanya yaitu spora jamur Beauveria bassiana masuk ketubuh serangga inang melalui kulit, saluran pencernaan, spirakel dan lubang lainnya. Jamur ini selanjutnya akan mengeluarkan racun beauverin yang membuat kerusakan jaringan tubuh serangga. Dalam hitungan hari, serangga akan mati dengan tubuh mengeras seperti mumi dan tertutup oleh benang-benang hifa berwarna putih.

Beberapa keunggulan jamur patogen serangga Beauveria bassiana sebagai pestisida hayati adalah sebagai berikut :

• Selektif terhadap serangga sasaran sehingga tidak membahayakan serangga lain bukan sasaran, seperti predator, parasitoid, serangga penyerbuk, dan serangga berguna lebah madu.

• Tidak meninggalkan residu beracun pada hasil pertanian, dalam tanah maupun pada aliran air alami. 

• Tidak menyebabkan fitotoksin (keracunan) pada tanaman

• Mudah diproduksi dengan teknik sederhana.

Penggunaan Beauveria bassiana ini juga telah dilakukan di Wilkel Kelompok Tani Sedyo Maju, Jeronan, Brosot, Kecamatan Galur pada Kamis, 10 September 2015, melalui “Gerakan SPOT STOP Pengendalian OPT Tanaman Pangan Padi”. Spot Stop sendiri mempunyai arti upaya memberhentikan laju populasi WBC (Wereng Batang Coklat) agar tidak eksplosif (meledak) sehingga tidak menimbulkan titik spot (hopper burn). Kegiatan ini dihadiri oleh Balai Proteksi Tanaman Pangan (BPTP) DIY, Sekcam Galur, Kasie Ekbang Kecamatan Galur dan staf, Danramil Galur, BP3K Galur dan para petani dari Kelompok Tani Sedyo Maju, Jeronan, Brosot. Para petani secara serempak melakukan penyemprotan Beauveria Bassiana di areal sawah Wilkel Sedyo Maju seluas 53 Ha. Selain di Desa Brosot, kegiatan ini juga dilaksanakan di Desa Pandowan pada hari yang sama.

::dhaskyyols::

« Kembali | Kirim | Versi cetak